Membedakan Jenis Sayuran Alami Dan Organik

Membedakan Jenis Sayuran Alami Dan Organik

Menurut USDA atau United States Department of Agriculture, ada perbedaan besar antara produk makanan organik dan alami. Tapi di Indonesia sendiri, kedua istilah ini seringkali rancu.

Bukan tidak mungkin, banyak yang menyatakan bahwa produknya ORGANIK padahal sebenarnya ALAMI.

Ketahui perbedaann jenis makanan alami dan organik, jangan sampai tertipu guys!

 

PRODUK ORGANIK

Perkataan "Organik" sebenarnya bermaksud dari "tanah". Singkatnya, membawa arti "asli", yaitu sifat-sifat produk pertanian yang dapat digunakan setiap hari.

Produk makanan organik adalah makanan yang diproduksi dan diproses secara organik yang artinya bebas dari pupuk kimia, bahan kimia dan bahan tambahan sejak permulaan ditanam. Salah satu cara bertaninya dengan menggunakan pupuk alami non kimia, membajak tanah secara tradisional, memasukkan cacing kedalam tanah untuk menggemburkan tanah.

Peternakan hewan organik dimulai dengan pemberian makanan organik, makanan yang bebas dari hormon pertumbuhan dan hormon lainnya. Misalnya sapi penghasil susu diternak di padang rumput organik maka daging dan susu yang dihasilkan dikategorikan sebagai produk organik. Produk-produk organik tersebut menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memiliki rasa asli, sebagai contoh ayam kampung dan ayam boiler, ayam kampung memiliki rasa lebih sedap. 

Pemakaian produk organik berarti mengurangi/menghindari bahan-bahan kimia didalam tubuh yang dapat mengganggu sitem kekebalan tubuh yang menyebabkan banyak penyakit modern.

 

Peraturan untuk mendapatkan sertifikasi Organik di Amerika sangat, sangat ketat.

Untuk kelas-kelasnya saja ada 5 kelas bintang Organik.

PRODUK ALAMI

Jika produk organik sama sekali tidak menggunakan bahan-bahan kimia sejak penanaman hingga pemrosesan, maka produk alami BISA saja menggunakan/mengandung bahan-bahan kimia. Ada keyakinan di Amerika, bahwa seluruh tanah sudah terkontaminasi karenanya perlu didiamkan selama 3 tahun dulu (disterilkan) sebelum ditanam untuk menghasilkan produk-produk organik.

Di Indonesia sendiri, karena alam kita yang begitu kaya nutrisi sehingga ditanam apa saja langsung tumbuh serta tidak butuh pupuk kimia yang macam-maca, ada  beberapa orang yang lalu menganggap menanam tanaman tanpa bahan kimia SAJA sudah dianggap produk organik. Padahal kalau kita melihat definisi dan persyaratan organik FDA, itu baru dalam tahap ALAMI.

Produk ALAMI di Indonesia artinya hasil produk tumbuhan/sayuran/buah-buahan yang ditanam pada kondisi alam yang masih asri lalu dibiarkan tumbuh alami tanpa pupuk kimia. Sekilas, karena tidak pakai pupuk kimia, banyak yang bilang hasil produknya organik

Ada kemungkinan tanahnya sudah tercemar karena lingkungan masyarakat sekitar, ada kemungkinan juga air yang digunakan saat proses juga sudah tercemar. Jadi, kalau mengikuti definisi USDA, hasil produknya sebenarnya belum ORGANIK tapi masih ALAMI 

KESIMPULAN

Baik produk makanan yang organik ataupun alami (alami ala Indonesia), tentu keduanya jauh lebih sehat daripada makanan instan ataupun yang penuh bahan kimia. Untuk sehari-hari, produk alami sama bagusnya dengan produk organik. Tapi, jangan sampai "ketipu" ya Naturalovas! Dengan bekal ilmu baru ini, semoga Naturalovas juga lebih bijak berbelanja.

Bila ingin menggunakan produk makanan tersebut sebagai upaya penyembuhan dari sebuah penyakit, cobalah gunakan produk-produk organik. Sebuah penelitian membuktikan bahwa gejala autis pada anak dapat ditangani dengan lebih baik bila mereka sering mengkonsumsi produk makanan organik.

 

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *